166 Calon Pimpinan BRI Ikuti Pendidikan Kesamaptaan dari Akmil Magelang
Pembukaan Pendidikan Kesamaptaan secara daring bagi calon pimpinan BRI. (Foto: Narwan)
MAGELANG. Sebanyak 166 Calon Pimpinan di lingkungan PT BRI (Persero) Tbk. mengikuti kegiatan pedidikan kesamaptaan selama 6 hari dari Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kegiatan mulai hari ini, Senin tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan Selasa tanggal 6 April 2021 mendatang.
Kegiatan Pendidikan Kesamaptaan bagi Siswa Program BFLP umum, BFLP IT dan BNLP PT BRI (Persero) Tbk. tersebut menggunakan metode Distance Learning secara virtual bertempat dari Ruang Oerip Sumohardjo Akmil Magelang. Kegiatan dibuka oleh Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos, M.Tr. (Han), Senin (29/3/2021).
Para calon pimpinan BRI di masa mendatang ini akan akan mendapatkan materi pembekalan 45 Butir Pancasila, Wawasan Kabangsaan, Pembentukan Karakter, Psikologi Kepemimpinan dan Diskusi Kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Gubernur Akademi Militer menguraikan kegiatan Pendidikan Kesamaptaan yang di dalamnya juga diberikan sebagian materi-materi Pendidikan Dasar Kemiliteran bukan berarti militerisasi. Tetapi lebih kepada menanamkan karakter dan jati diri yang kuat kepada calon-calon kader staf di lingkungan PT BRI (Persero) Tbk.
“Di masa sebelum pandemi Covid-19, kegiatan semacam ini dilaksanakan secara tatap muka di dalam Kesatrian Akademi Militer, sehingga suasana dan atmosfir kelas dan lapangan maupun suara instruksi pelatih sangat dirasakan. Namun, di saat pandemi sekarang ini metode diubah diselenggarakan secara daring atau jarak jauh dengan menggunakan media Video Conference,” katanya.
Gubernur Akmil juga memberikan beberapa atensi agar dapat mencapai hasil optimal. Di mana peserta diminta agar mengawali setiap kegiatan dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ditandaskannya, meskipun kegitan ini menggunakan metode daring, namun para peserta tetap harus mengutamakan kedisiplinan diri maupun waktu.
“Kendalikan diri dan tetap fokus ketika sedang mengikuti pembekalan jarak jauh, dengan benar-benar belajar dan tidak mudah terpengaruh oleh stimulus yang ada di sekitar tempat belajar,” pinta Mayjen Totok Imam.
Disampaikan pula, penilaian akan diberikan oleh pemateri kepada peserta selama pembelajaran berlangsung. Serta akan diadakan evaluasi seputar materi melalui sesi tanya jawab dengan deadline waktu yang ditentukan.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, dalam melanjutkan tugas pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara tercinta,” pungkas Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos, M.Tr. (Han). (Narwan)

Komentar
Posting Komentar