Musim Pancaroba, Masyarakat Boyolali Diminta Waspada Chikungunya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina di ruang kerjanya, Senin (24/5/2021). (Foto | Narwan Eska)
Boyolali, indometro.id – Masyarakat Boyolali diimbau waspada terhadap penyebaran penyakit chikungunya, terlebih di musim pancaroba ini. Menurut data dari Kepala Dinas (Dinkes) Kabupaten Boyolali, terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Boyolali memiliki kasus serangan penyakit yang menular melalui nyamuk ini.
Dijelaskan Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina bahwa tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Ngemplak, Mojosongo dan Boyolali. Ketiganya merupakan daerah penyebaran chikungunya yang terlihat dari penyelidikan epidemiologi yang telah dilakukan Dinkes.
Di ruang kerjanya, Senin (24/5/2021), Ratri menjelaskan beberapa minggu terakhir ini pihaknya mendapatkan laporan ada kasus demam yang disertai dengan nyeri-nyeri sendi dan ada juga kelemahan untuk berjalan.
“Setelah kita lakukan penyelidikan epidemiologi kasus yang ada di daerah itu ternyata adalah kasus chikungunya,” ujarnya.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Ngemplak, kasus chikungunya ditemukan di Desa Manggung sebanyak 37 kasus. Terdapat dua RT di RW 02 yang melaporkan bahwa masyarakat mengeluhkan gejala penyakit chikungunya. Yakni di RT 02 sebanyak delapan kasus dan RT 01 sebanyak 29 kasus.
Selain itu, di Dusun Turus RT 07 dan RT 06 di RW 09 Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo terdapat 14 kasus chikungunya. Serta di Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali terdapat tujuh kasus yang berasal dari RT 01 RW 13.
“Kita juga sudah melakukan tindak lanjutnya dengan melaksanakan pendataan pada kasus yang dicurigai termasuk kelompok chikungunya. Kemudian tindak lanjut yang lain kita juga sudah berupaya melakukan fogging supaya tidak terjadi penularan ke lapisan masyarakat yang lebih luas lagi,” jelasnya.
Dilaporkan, seluruh pasien yang terkena penyakit chikungunya menjalani rawat jalan. Hal tersebut karena pasien hanya mengeluhkan nyeri sendi dan tidak sampai mengganggu kondisi fisik maupun perawatan khusus.
“Dan kebetulan chikungunya ini juga bukan penyakit yang berbahaya, menimbulkan sampai ke dampak kematian. Jadi cukup dilakukan upaya upaya supportif, istirahat sambil dilakukan pemantauan saja,” kata Ratri.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Boyolali untuk tetap waspada terhadap penyakit-penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Seperti chikungunya, demam berdarah dengue (DBD) dan lainnya.
Ratri mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan Program 3M. Yakni menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.
“Sebagai upaya mencegah penyebaran nyamuk yang sering menularkan penyakit kepada manusia,” tutupnya. (Narwan Eska)

Komentar
Posting Komentar